Buku Membuat Sejarah Jadi Cerita: Seni Mengajar yang Tidak Membosankan membahas cara menghadirkan pembelajaran sejarah sebagai pengalaman belajar yang hidup, bermakna, dan dekat dengan peserta didik. Sejarah tidak diposisikan sebagai kumpulan nama tokoh, tanggal, tempat, dan peristiwa yang harus dihafal, melainkan sebagai kisah manusia yang berlangsung dalam ruang waktu tertentu, penuh pilihan, konflik, perubahan, nilai, dan akibat. Melalui pendekatan bercerita, fakta sejarah dapat disusun menjadi narasi yang jelas, menarik, dan tetap bertanggung jawab secara keilmuan.
Buku ini menguraikan dasar-dasar seni bercerita dalam pembelajaran sejarah, mulai dari cara memilih peristiwa yang bernilai edukatif, menemukan konflik dan dilema dalam peristiwa, menghadirkan tokoh sejarah secara manusiawi, menyusun latar waktu dan suasana, hingga merangkai fakta menjadi cerita pembelajaran yang utuh. Selain itu, buku ini juga membahas strategi mengajar sejarah yang tidak membosankan melalui dialog, pertanyaan pemantik, diskusi, permainan peran, simulasi, media sederhana, serta aktivitas reflektif yang melibatkan pikiran dan perasaan peserta didik.
Sebagai buku referensi pendidikan, buku ini menekankan bahwa guru sejarah bukan hanya penyampai materi, tetapi perancang pengalaman belajar. Guru perlu mampu menjaga keseimbangan antara daya tarik cerita dan ketepatan fakta, antara emosi dan nalar, serta antara hafalan dasar dan pemahaman makna. Dengan membaca buku ini, pendidik, calon pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan diharapkan memperoleh inspirasi untuk menjadikan sejarah sebagai pelajaran yang lebih humanis, kritis, reflektif, dan berkesan.
